Hello Guest! Welcome to our Website.
Something you might want to know about us.
Don't be hesitated to contact us if you have something to say.

Jumat, 16 April 2010

Adu Keren 176 Mobil Modifikasi


Surabaya - Sebanyak 176 mobil modifikasi kembali beradu di ajang kontes modifikasi Accelera Auto Contest (AAC) 2010 yang diselenggarakan di Surabaya Supermall Convention Center (SSCC).

"Surabaya merupakan kota pertama dari 5 koto besar lainnya yang dijadwalkan. Kontes ini akan kita selenggarakan selama 3 hari mulai 16-18 April 2010," kata General Manager Cody Enterprises Patricia M Setyadjie selaku panitia penyelenggara AAC 2010 di Surabaya Supermall Convention Center, Jumat (16/4/2010).

Menurut Patricia, acara yang digelar sejak tahun 2000 ini akan menilai 4 kategori, yakni, Extreme, Elegant, Street Racing dan Racing.

Selain itu, pihaknya mengubah beberapa kategori yakni, 1 penghargaan sebagai King dan Champion untuk kategori Street racing.

"Ini berdasarkan mulai banyak peserta aliran bagi Street Racing sehingga sayang jika tidak diberikan penghargaan khusus serta selalu tidak bisa merebut posisi
King karena kalah point dengan modifikasi ala extrem," imbuhnya.

Selain menggelar acara kontes modifikasi, penyelenggara juga menyelenggarakan lomba foto bagi penggemar fotografi, kontes dance hip hop yang merebutkan hadiah uang tunai Rp 5 juta.

Sedangkan untuk memenuhi target pengunjung sebanyak 17 ribu, penyelenggara juga menyiapkan sexy dancer, live band dan pendukung acara lainnya.

sumber: oto.detik.com

Rabu, 14 April 2010

Lambo Mini dan VW Beetle Pickup


Jakarta - Japan Auto Salon sudah berakhir, namun sensasinya tidak berakhir begitu saja. Selain gadis-gadisnya yang juga sempat menarik perhatian, ternyata ada juga pajangan yang unik dalam gelaran tersebut. Apakah itu?

Ini dia. Dijamin mata anda langsung melirik begitu melihatnya. Bayi Lamborghini Murcielago, yang tampilannya membuat kita teringat pada serial kartun Jepang yang terkenal, yakni Speed Racer'.

Seperti dilansir carscoop, Kamis (21/1/2010), replika Lamborghini ini dibuat untuk menghormati 'Mach Girl', sebuah serial TV berdasarkan anime asli Speed Racer yang dirilis Jepang beberapa tahun yang lalu.

Atau coba perhatikan yang satu ini. Meskipun bukan mengusung merek Jepang, namun pernahkan anda membayangkan sebuah VW new Beatle namun dalam versi pickup? Inilah wujud nyatanya.

Bodinya dibuat oleh Hayashi Body Shop di Jepang, sehingga mobil yang memiliki desain manis ini bisa sedikit mengangkut-angkut barang yang sekiranya memerlukan sebuah bak besar seperti pickup.

sumber: oto.detik.com

Gara-gara Ditabrak Ducati


Jakarta - Terkadang bila kita sangat suka dengan motor modifikasi yang kita miliki, kita tentu tidak akan rela bila terjadi apa-apa di tunggangan kesayangan kita itu. Karena bila terjadi sesuatu, hati tentu akan remuk dibuatnya.

Itulah yang terjadi pada Eko Budi Hendarto yang memiliki seekor kalajengking alias Scorpio Z kelahiran tahun 2008. Kalajengking kesayangan Eko tersebut terpaksa harus dioperasi total karena mengalami kecelakaan yang cukup serius.

"Tadinya Scorpio ini modelnya saya sudah buat street fighter, tapi ketabrak sama Ducati, ya sudah, daripada nanggung saya ubah model saja sekalian," ujar Eko.

Untuk mengoperasi si kalajengking kesayangannya itu, maka Eko pun membawa kalajengking itu ke dokter modifikasi motor Topo Goedel Atmodjo, seorang builder bertangan dingin yang bermarkas di daerah Kebagusan, Jaksel.

Di tangan Topo, Scorpio yang sudah babak belur di terjang monster itu kembali dibangkitkan, namun kali ini tidak lagi dengan aura jagoan jalanan alias street fighter, namun dibuat dengan model sport.

Langkah pertama yang juragan Tauco Custom ini adalah membenahi bagian kaki-kaki Scorpio milik karyawan kantoran di bilangan Soedirman ini. Kaki-kaki Scorpio pun dibuat lebih kekar.

Eko meminta Topo untuk mengaplikasi Shock depan dari Aprilia RS 125 yang lumayan gede yang kemudian bersanding dengan velg yang juga dari Aprilia RS 125. Kaki depan Scorpio itu kemudian dilapisi oleh ban Battlax berukuran 110/70/17.

Sementara pelek Aprilia RS 125 dan ban Battlax berukuran 150/70/17 yang ada di kaki belakang ditunjang dengan ketegasan dari swing arm lansiran Kwagen.

Selesai urusan di kaki kalajengkingnya, Topo pun beralih ke bagian bodi motor. Untuk urusan ini, Topo yang sudah belasan tahun bermain dunia modifikasi mengaplikasi plat galvanis 0,8 mm yang kemudian dia bentuk sedemikian rupa.

Garis tegas yang melumuri tubuh baru kalajengking ini terlihat sangat sporty. Terlebih ditambah dengan aplikasi lampu depan variasi dari Thailand turut serta membawa aura sporty di motor yang menggunakan spidometer milik Suzuki Satria FU
150 ini.

Dan bagian yang paling mengasyikan untuk dipandang dari motor ini adalah di bagian bokong si kalajengking alias buritan. Buritan Scorpio ini selain melancip juga tampak menungging.

Sportifitas bagian ini pun makin dipertegas dengan disematkannya stop lamp dari Bajaj XCD 125 yang berpadu dengan double knalpot milik Kwagen yang berada tepat
di bawah ekor atau under tail.

sumber: http://www.oto.detik.com

Ngetes Helm SNI Gimana Ya?


Jakarta - Pemerintah dinilai terlalu mengada-ada dengan membuat peraturan tentang helm SNI untuk pengguna sepeda motor. Bagaimana mengetes helm SNI yang betul?

"Entah apa yang mereka pikirkan. Metode pengujiannya saja enggak tahu dengan cara apa," ujar biker yang enggan disebutkan namanya kepada detikOto.

Namun pria tersebut pada akhirnya membeli helm dengan logo SNI yang diembos juga.

"Yang jelas saya beli helm di sini bukan karena takut ditilang, tapi karena butuh. Saya memang butuh helm sekarang karena helm yang saya pakai sudah jelek," ujarnya ketika ditemui di jalan Dewi Sartika, Ciputat, Tangerang.

Selain membeli helm SNI, pria itu juga membeli satu unit helm cetok untuk anaknya.

Pedagang Lengkapi Helm dengan Sertifikat

Sementara itu untuk meyakinkan pembeli helm SNI-nya betulan dan bukan palsu, pedagang membawa sertifikat helm SNI.

Contohnya Edi yang menjajakan helmnya di seputaran Jalan Ir H Juanda, Ciputat, Tangerang, Banten. Sertifikat penggunaan tanda SNI itu menurut Edi diperoleh dari pusat Standarisasi Departemen Perindustrian.

Harga helm yang dijual sendiri bervariasi, misalnya helm merek BMC full face, Edi membandrolnya dengan harga Rp 150 ribu, sedangkan yang half face Edi menghargai Rp 140 ribu. "Sudah enggak kurang. Saya sudah kasih murah itu," sahutnya.

Selain itu ada juga helm CVT halfface, Edy mengenai konsumen sebesar Rp 125 ribu, sedangkan helam merek terbaru yakni T3X sebesar Rp 125 ribu.


sumber:http://m.detik.com

Penggila Street Racing Kini Bisa Jadi Raja di AAC


Jakarta - Gelaran Accelera Auto Contest (AAC) tahun 2010 ini, sepertinya hendak memanjakan para penggila balap jalanan atau street racing, yang selama ini selalu kandas oleh modifikasi ekstrim kala berjuang untuk menjadi raja modifikasi.

Namun, pihak penyelenggara Cody Interprises rupanya menyadari animo yang besar terhadap modifikasi balap jalanan. Karenanya, mulai tahun ini mereka sengaja
membuka kategori King dan Champion untuk street racing.

"Kami melihat bahwa peserta aliran street racing mulai banyak, sehingga sayang apabila tidak diberikan kategori khusus," ujar Managing Director Cody Interprises, Patricia Setyadjie, saat menggelar konferensi pers, di FX Plaza, Senayan, Jakarta, Selasa (23/3/2010)

Selama ini, lanjutnya, peserta street racing tidak bisa memenangkan kategori King karena pasti kalah poin dengan modifikasi ekstrim, namun dengan dibukanya kategori ini, tentunya membuka peluang bagi penyuka balap jalanan.

Namanya juga balap jalanan, maka regulasi yang ditetapkan pun mengharuskan para peserta merancang mobil balap jalanannya agar bisa digunakan untuk mobilitas sehari-hari atau daily use.

Selain itu, terdapat juga kategori khusus lainnya yang tak kalah unik. Yakni Cartoon Character dan Super Heroes Theme, sehingga body art mobil-mobil modifikasinya bisa lebih meragamkan kompetisi Accelera Auto Contest ini.

sumber: http://m.detik.com

Kontes Modifikasi Accelera Kini di 6 Kota


Jakarta - Kontes modifikasi tanah air, sepertinya terus menghangat dari tahun ke tahun. Seperti gelaran Class Mild Accelera Auto Contest 2010, yang pada tahun ini diperluas cakupannya menjadi 6 kota di Indonesia.

Kontes modifikasi yang sudah berjalan selama 4 tahun ini sebelumnya hanya terdiri dari 4 kota saja, yakni Surabaya, Yogyakarta, Makasar, dan Jakarta. Nah, tahun ini, giliran Palembang dan Pekanbaru diberi kesempatan.

Panitia penyelenggaranya, Cody Interprises menargetkan jumlah peserta mencapai 800 mobil untuk keseluruhan kota, serta 70.000 pengunjung dari berbagai kota yang akan dijadikan tempat gelaran kontes modifikasi ini.

"Dipertimbangkannya dua kota tambahan tersebut, karena dunia modifikasi di Palembang dan Pekanbaru berkembang pesat," ujar Managing Director Cody Interprises Patricia Setyadjie, saat menggelar konferensi pers, di FX Plaza, Senayan, Jakarta, Selasa (23/3/2010)

Kontes pertama akan digelar di Surabaya pada 16-18 April, baru kemudian menyusul Jogjakarta pada 22-23 Mei, Makasar pada 19-20 Juni, Palembang pada 10-11 Juli, Pekanbaru pada 23-24 Oktober, dan terakhir final battle di Jakarta pada 18-19
Desember.

Menariknya, pada gelaran kali ini, panitia sengaja menempatkan lokasi acara di tempat-tempat umum terbuka seperti mal di 3 kota, sehingga diharapkan para pengunjung dapat menyaksikan mobil-mobil modifikasi secara gratis.

"Kita juga ingin menunjukkan pada masyarakat awam, bagaimana perkembangan dunia modifikasi di tanah air, karenanya, mal-mal dianggap sebagai tempat yang tepat," tambah Patricia.

sumber: http://m.detik.com

Modifikasi Mobil Melebihi Batas, Garansi Gugur


Jakarta - Modifikasi kendaraan khususnya mobil, kini kian menjadi tren. Namun ternyata hal itu dapat menggugurkan garansi kendaraan baik itu dibeli dari agen resmi atau pun importir umum.

"Modifikasi ada batasnya, bila sudah melebihi batas, otomatis waranty-nya gugur," ujar Ketua Asosiasi Importir Kendaraan Indonesia (Aiki) Tommy R Dwiananda dalam diskusi 'Jaminan Produsen Pada Konsumen Terhadap Produknya' di F-Cone di FX Plaza, Jalan Sudirman, Jakarta, Selasa (13/4/2010).

Tommy lalu mencontohkan bila konsumen membeli mobil lalu mengganti peleknya lebih besar 2 inci dari pelek standar, maka garansi untuk bagian kaki-kaki mulai dari ban, shock, per dll, otomatis akan hilang.

"Konsumen kita sering kali suka begitu. Pelek aslinya 18 inci misalnya pas beli mobil langsung diganti pelek 20 atau lebih. Ini kan berbahaya karena sudah di luar spek yang disarankan," paparnya.

Senada dengan Tommy, Direktur Marketing PT Nissan Motor Indonesia (NMI) Teddy Irawan pun ternyata mengatakan hal yang sama.

"Modifikasi itu ada batasnya. Bila sudah di luar batàs toleransi seperti yang dijelaskan Pak Tommy tadi, ya maka garansi gugur," cetusnya di tempat yang sama.

sumber:http://m.detik.com

Yamaha Luncurkan Motor Murah


New Delhi - Yamaha semakin menggila di pasar roda dua India. Produsen sepeda motor asal Jepang berlogo garpu tala itu kini meluncurkan sepeda motor anyar yakni YBR 110 seharga Rp 8 jutaan.

Yamaha YBR diperkuat dengan mesin berkapasitas 106 cc dan gearbox 4-langkah yang dipastikan bakal memasuki pasar entry level di India.

"Kami telah mempelajari pasar entry level di India, dengan itu kami tertarik bermain di segmen itu karena pasar tersebut sangat potensil karena harganya sangat terjangkau bagi masyarakat. Dan kami yakin akan mengulangi keberhasilan kami di segmen itu dengan mencoba meluncurkan YBR 110," kata CEO India Yamaha Motor Yukimine Tsuji seperti dilansir The Economic Times, Rabu (14/4/2010).

Yamaha menilai YBR cocok untuk dipakai kalangan komuter di kota-kota India. YBR akan menemani motor enty level lainnya yang sudah terlebih dulu dipasarkan di India yakni Crux, Alba dan G5. Crux dibanderol Rp 7 juta, Alba dan G5 masing dibanderol dari harga Rp 8,3 juta hingga Rp 8,7 juta.

Sementara di kelas premium Yamaha India memiliki Yamaha Vmax, MT01 dan YZF-R1. Dan juga Yamaha Fazer, FZ-S, FZ16, YZF-R15 dan Yamaha Gladiator.

sumber: http://m.detik.com

Drifting Ramaikan IIMS 2009


VIVAnews - Indonesia Internasional Motor Show 2009 (IIMS) dipastikan akan diisi oleh acara drifting. Aksi yang menonjolkan kepiawaian pengemudi untuk melakukan manuver-manuver sulit itu, jadi salah satu acara andalan IIMS tahun ini.

Drifting dipilih sebagai salah satu acara mengingat peminat aksi ini yang makin meningkat tiap tahunnya. Bahkan kini drifting, sudah memiliki komunitas pecintanya sendiri.

"Berbagai atraksi drifting yang seru dan menegangkan akan siap menghibur pengunjung IIMS 2009, bahkan Anda dapat turut merasakan pengalaman langsung atraksi drifting dengan berpartisipasi lewat Drift Experience,” ujar Ichwan Sofwan, Automotive Division Manager, Dyandra Promosindo, penyelenggara IIMS 2009, dalam keterangan persnya, Senin 18 Mei 2009.

Para drifter yang sudah bergabung dalam komunitas, juga bisa mengikuti kontes drifting di Achilles Drift Battle. Kontes ini akan diikuti oleh sekitar 50-60 tim kontestan dengan pembagian di tiga kelas yaitu Rear Wheel Ride (RWD), Front Wheel Ride (FWR), dan Free For All (FFA)

Untuk menambah semarak atraksi drifting ini, pengunjung IIMS 2009 juga dapat mengikuti acara Drift Experience. Dimana pengunjung yang hadir mendapatkan kesempatan untuk merasakan pengalaman drifting bersama drifter profesional.

Jakarta terakhir kali jadi tuan rumah ajang semacam ini pada Desember 2008. Tapi saat itu hanya sepeda motor yang jadi pesertanya. Namun untuk tahun ini, mobil dan motor akan disatukan dalam satu acara pameran.

IIMS sendiri akan berlangsung pada 24 Juli hingga 2 Agustus 2009 di Jakarta International Expo – Kemayoran.

sumber: vivanews.com

Senin, 12 April 2010

PNS dan Polisi pun Wajib Memakai Helm SNI



Jakarta - Peraturan penggunaan helm SNI mulai diwajibkan pada 1 April lalu. Aturan ini tidak hanya mengikat 'bikers biasa' saja, tapi juga mengikat pengguna sepeda motor 'resmi' entah itu polisi, tentara ataupun PNS.

Hal tersebut diungkapkan oleh AKBP Subono Kasilat Subdit Dikmas Ditlantas Polri dalam diskusi sosialisasi helm SNI akhir pekan lalu.

"Dalam UU No 22 (tentang lalu lintas dan angkutan jalan) SNI itu berlaku untuk siapa pun. Jadi tidak memandang backgroundnya," ungkap Subono.

Dalam UU No 22 itu menurut Subono disebutkan bahwa semua pemakai kendaraan roda dua dan roda empat atau lebih yang tidak ada atapnya wajib menggunakan helm SNI. Di UU itu tidak ada pengecualian terhadap polisi, tentara atau pun PNS, jadi bila tidak mengenakan helm SNI, 'golongan resmi' tadi wajib ditegur.

Kepolisian sendiri menurut Subono sudah menggunakan helm berlogo SNI untuk petugas-petugas yang dinas lapangannya menggunakan motor. "Jadi kami di kepolisian juga sudah pakai SNI," tandasnya.

Saat ini penerapan helm SNI masih berupa sosialisasi dengan jalan menegur pengguna helm non SNI. Tapi bila Keputusan Kapolri dan Peraturan Pemerintah yang saat ini digodok lahir, maka tilang terhadap pengguna helm yang tidak ada logo SNI pun sudah akan dijalankan, termasuk pada 'golongan resmi' yang masih membandel.

UU No 22 sendiri mengatur penggunaan helm berlogo SNI bagi pengguna sepeda motor, siapa pun itu. Bila tidak, maka denda Rp 250 ribu atau kurungan 1 bulan siap mengancam.



sumber:http://m.detik.com

Waspada, Helm SNI Palsu Beredar


Jakarta - Aturan helm SNI dimanfaatkan segelintir orang untuk mengambil keuntungan besar. Di pasaran sudah banyak beredar helm-helm SNI yang asli tapi palsu atau aspal.

Hal tersebut diungkapkan oleh Staf Ahli Asosiasi Industri Helm Indonesia (AIHI), Thomas Lim akhir pekan lalu. Ada beberapa modus yang sering digunakan para pelaku.

"Memang sudah ada yang aspal dan biasa 2 modus," ujarnya.

Modus pertama menurut Thomas adalah ulah produsen helm nakal yang sudah mendapat sertifikat SNI untuk sebuah helm. Tapi karena ingin dapat untung banyak si produsen malah menurunkan spesifikasi dari helm SNI mereka.

"Sedang modus kedua biasanya dilakukan oleh produsen helm non SNI yang asal main embose helm produksi mereka padahal mereka belum dapat sertifikat SNI," tandasnya.

Itulah mengapa menurut Thomas pentingnya peran Kementerian seperti Kementerian Perdagangan untuk mengawasi helm-helm yang beredar di pasaran, serta Kementerian Perindustrian dalam mengawasi standar kualitas produsen helm.

"Beli helm itu sama seperti beli elektronik. Gampang-gampang susah, banyak toko yang menjual helm seperti elektronik di Glodok, tapi itu belum tentu asli. Karena itu kalau Anda mau aman, beli helm di toko-toko besar saja," pungkasnya.

Helm SNI ini tentu sangat membahayakan terutama untuk para konsumen karena kualitas helm aspal itu tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Padahal selain sebagai perlindungan diri, penggunaan helm SNI sudah di atur undang-undang. Dan bila tidak menggunakan helm SNI, pengguna motor bisa dikenai denda hingga Rp 250 ribu atau kurungan 1 bulan.


sumber:http://m.detik.com

Jumat, 09 April 2010

Aksesoris Vespa Laku Keras


Ada pemandangan yang menarik pada Ajang modifikasi roda empat yang diselenggarakan 13-14 Maret 2009 di Universitas Trisakti Jakarta Barat.

Di tengah raungan mesin mobil peserta dan kinclongnya body kit yang dipamerkan dengan tujuan memperebutkan sebuah trophy the master of kampus, ternyata ada sebuah lapak berukuran kira-kira 3 x 2,5 meter yang menjajakan peralatan untuk motor Vespa.

Namanya Iwan, ia mengaku sudah dari hari Jumat tanggal 13 Maret menjual
perlengkapan dan onderdil untuk motor Vespa.

Dengan ketersedian lapak yang tidak cukup besar, ternyata Iwan tidak dipungut biaya oleh penyelenggara.

"Gue disini bebas aja. Tidak dipungut biaya bro," kata Iwan kepada detikOto, Sabtu (15/3/2009).

Kehadiran Iwan di Ajang modifikasi roda empat yang diselenggarakan di
Universitas Trisakti Jakarta Barat ini, ternyata cukup menyita para pengunjung yang hadir.

Tak jarang pengunjung yang hadir, menyempatkan diri untuk nongkrong di lapak Iwan.

Bahkan, tidak saja beli, pengunjung yang hadir juga berinteraksi tentang bagaimana mengakali motor vespa yang bandel alias ngadat mulu.

Wah, nilai plus dong untuk penjual yang satu ini. Itu benar, karena si Iwan ini dulunya sebagai montir Vespa.

"Sebelum terjun menjual alat-alat perlengkapan Vespa, gue jadi montir spesialis motor Vespa dulu bos," ujar Iwan bangga.

Segala macam cara ia kerjakan hingga akhirnya menjadi penjual sparepart Vespa. Barang-barang yang dijajaki Iwan ternyata cukup bersaing juga harganya.

Untuk injakan Jawa ia membanderolnya Rp 45.000, dop dari almunium ia menjualnya Rp 50.000. Tidak itu saja, Iwan ternyata menjual stang vespa tahu 60-an.

Dari semua harga yang ditawarkan Iwan ternyata masih bisa ditawar. "Harga masih bisa goyang. Tergantung barang mana yang pembeli inginkan," ujarnya.

Sampai hari terakhir kontes modifikasi digelar, ternyata Iwan cukup meraup
keuntungan. "Hasilnya lumayan, sampai hari terakhir barang gue sudah banyak yang laku," senyum Iwan.




sumber:http://m.detik.com
 

Daftar Pengunjung

Labels